Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Tak sampai

Malam sunyi tanpa bintang, aku merindukanmu sirius. Apa kau tak rindu denganku?  Sirius, bagaimana kabarmu?  Apa kau baik? Kuharap kau selalu dalam keadaan baik.  Taukah? Aku disini selalu menunggumu Meski kutau Kenyataan ini tak pernah sampai  Aku terlalu berharap padamu  Namun, kamu selalu cepat pergi.  Huh! Sebal sekali.  Aku ingin menjadi bintang paling terang.  Namun aku tak suka menjadi pusat perhatian.  Lantas aku harus bagaimana? Sirius! 

Tentang dia yang tak kau ketahui

Malam ini, ditemani bintang dan bulan di langit angkasa. Aku kembali mengingat tentang dia. Dia yang sudah pergi dari dunia. Senyumnya yang menawan kembali menarikku untuk jatuh dalam pesonanya yang tampan.  Namun sekarang ia denganku sudah berbeda dunia. Ia dengan segala keteguhan hatinya menyadarkanku akan pentingnya melihat dunia dengan sudut pandang yang berbeda. Awalnya aku tak mengerti maksudnya. Tetapi kini aku sudah mengerti.  Banyak kenangan yang bertebaran bersamanya, aku tak sanggup merapikannya. Tolong! Siapa saja bantu aku menyimpan ini. Aku tak sanggup jika harus tanpa ia. Ia selalu mengerti aku dan tak pernah berbicara kasar kepadaku. Aku ingin ia kembali.  Jika aku diberi 1 permintaan, aku ingin ia bangkit dari kematian. Jika suatu saat akan pergi. Aku ingin ia mengajakku, agar aku dan ia abadi bersama selamanya tanpa ada kendala.  Ya mati bersama. Entah itu kecelakaan atau hal sebagainya. Lebih baik seperti itu atau salah satu diantara aku ...

Kukira aku

Untuk apa? Untuk siapa? Kedekatan kita, namun kau pun masih dekat dengannya.  Aku ini siapa?  Orang asing yang kau seret masuk ke kehidupanmu yang kelabu.  Tanpa ada secercah bahagia.  Tak ada tawa suka cita.  Kupikir aku.  Yang kau ajak untuk melihat indahnya dunia.  Ternyata dia yang kau ajak untuk melihat warna dunia.  Lalu apa gunanya aku? Untuk kau jadikan tempat pelampiasan? Saat ia pergi bersama yang lain.  Haha. Bodoh.  Kukira kau mencintaiku Namun ternyata itu palsu Mungkin sudah menjadi bagian yang tabu bagimu Tapi tidak untukku.  Maaf saja, aku berhenti disini.  Silahkan menderita sendiri, Aku tak ingin lagi.  Aku pun juga ingin bahagia Melihat indahnya dunia Tidak selalu yang berakhir duka.  Selamat tinggal.  Aku pergi. 

Untuk; yang pernah ada

Kau datang tanpa alasan Singgah sebentar kemudian pergi meninggalkan  Dan menjadi kenangan Yang akan terlupakan Aku ingin egois  Seperti kutipan yang pernah aku baca “egois itu penting untuk menjaga apa yang kita punya. Egois tidak selamanya buruk dan kadang, justru berawal dari egois kita bisa bahagia.” Tapi susah rasanya mengubah diriku untuk egois Ingin melepas namun susah Ditahanpun kau tak akan betah Aku penyendiri bertemankan sepi Bagiku itu adalah kenikmatan tersendiri Tapi, apa aku tidak berhak bahagia? Apa aku harus selalu didalam duka? Hingga menjadi bagian dari nestapa Kalau iya, kamu adalah alasanku menderita Kenapa kau pernah ada Jika kini tiada Pergi meninggalkanku demi dia Yang belum kau ketahui baik buruknya Haha.. Aku terluka untuk kesekian kalinya Namun dengan orang yang berbeda Betapa mudahnya aku ditipu oleh cinta Yang selalu berakhir dengan derita Untuk kau yang pernah ada Terima kasih sudah pernah bersama Walau telah berg...